August 10, 2011

A Piece of Story in London, UK

London, London...
Ingin k
u kesana...
(Hijrah k
e London, by Changcuters)

Hmmm... Perjalananku ke London kali ini tetap dalam rangka tugas, seperti perjalanan sebelumnya ke Swiss, Beirut maupun ke Siem Reap. Tapi, kali ini rasanya istimewa karena dua hal, pertama saya mengambil peran dalam meetings arrangement sehingga sangat bertanggung jawab dalam terlaksananya pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait, dan yang kedua karena London adalah kota impian banyak orang, termasuk saya, sehingga kesempatan ini tentu cukup berharga.

"Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui". Ini pribahasa yang selalu kupegang setiap kali melakukan traveling, hobi yang sepertinya terlampiaskan di tempat kerjaku yang sekarang ini. Alhamdulillah, berawal dari sebuah desa kecil di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, akhirnya bisa juga menginjakkan kaki mulai dari ujung barat (Aceh) sampai ujung timur (Papua) Indonesia, dan semoga saja bisa keliling dunia (meskipun baru dalam mimpi). Tanpa mengurangi esensi dari setiap tugas yang kuemban saat keluar kota atau ke negeri orang, berpetualang dan mencari wawasan lain di luar tugas pada waktu senggang adalah kesenangan tersendiri dan kuyakini bisa memberikan kontribusi positif dan inspirasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Suasana baru sebagai ajang refreshing setelah bergelut dengan tugas-tugas di kantor yang tidak jarang membawa stres tersendiri.

So, begitu para atasan di kantor menerima usulanku untuk melakukan kunjungan ke London karena kesesuain materi kajian yang akan digali, seluruh persiapan pun dilakukan semaksimal mungkin. Saya menyiapkan berbagai bahan-bahan dan berkomunikasi secara intens via email/phone dengan pihak-pihak berkepentingan di London, tentu saja dengan TOEFL yang pas-pasan sedikit agak kesulitan, google translate menjadi senjata yang paling ampuh. Saya pun tak lupa mengintip kesempatan untuk menyempatkan jalan-jalan seputar kota London, mana tahu it's the first and the last. Dalam waktu yang terbatas, saya berharap bisa mampir ke London Eye, Tower Bridge , Buckhingham Palace, Kengsinton Palace, Windsor Fort, St. Paul's Cathedral, Thames River, Big Ben Tower, Stamford Bridge (Chelsea), Emirates Stadium (Arsenal), Tottenham Hotspurs, Shakespeare's Globe Theatre, Madame Tussaud, Museum of London, dll.

Dengan menumpangi pesawat Emirates Airlines, tanggal 26 Juli 2011 akupun berangkat dari Bandara Soetta-Jakarta menuju London, dengan menempuh perjalanan sekitar 14 jam dan sekali transit di Dubai, UEA. Pagi hari tanggal 27 Juli pukul 07.00, saya pun tiba di London Heathrow, yang katanya salah satu bandar udara tersibuk di dunia, meskipun menurutku bandaranya tidak sebagus Changi di Singapura atau Dubai di UEA. Saat ini sedang peak season dan summer holiday, antrian di UK Border Agency cukup panjang, tapi tidak perlu terlalu lama menunggu di antrian karena pelayanannya yang cukup cepat.

Saya keluar dari bandara dengan menumpangi "London Tube", sebuah kereta metro yang stasiunnya berada di bawah terminal bandara (seperti MRT di Singapura). Orang London menyebutnya Underground Station dan merupakan yang terpanjang di dunia, harga tiket 18 poundsterling dengan tujuan Paddington St. dan keretanya cukup nyaman, ber-AC, bersih, dan fasilitas free Wifi. Dari Stasiun Paddington saya naik taksi ke Hendon Central dengan tarif 9 poundsterling dan untuk sementara saya dan dua orang teman menginap di Hendon sebelum hijrah ke Indonesia Guest House di Colindale yang pada hari tersebut masih penuh.

Ya, 4 hari terasa cukup sempit, jika harus menjelajahi seluruh seluk beluk kota London, apalagi agenda utamanya dalam rangka tugas. Tapi tidak apa-apa, toh akhirnya saya cukup menikmati tugas dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh cukup berharga. Sangat berkesan ketika saya harus bertemu dengan seorang profesor di Imperial College London setelah melewati perjalanan pagi dari Kingsbury St. ke Kensingston St. Saya bersyukur ternyata dia seorang akademisi yang cukup pengertian dan perhatian, termasuk akan keterbatasan kemampuan Bahasa Inggris saya. Akhirnya, tidak hanya ilmu yang saya peroleh dari dia tapi juga makan siang gratis alias ditraktir. , terima kasih ya Prof. Suasana summer season memang cukup berkesan, waktu siang yang lebih panjang dibandingkan malamnya memberikan kita kesempatan untuk melakukan banyak hal. Pusat-pusat perbelanjaan tentu semakin laris manis saja, apalagi dengan adanya Sale spesial summer, saya pun menyempatkan diri untuk menikmati wisata belanja di Oxford Street di daerah Westminster City. Saya akhirnya belanja di Primark, tempat yang sepertinya lebih sesuai dengan isi dompet karena harganya yang relatif murah tapi tetap jangan dikonversikan ke Rupiah (1 poundsterling = Rp 14.150). Sungguh benar-benar lautan manusia disini, saya baru tahu kalau London ini juga menjadi 'surga' belanja bagi banyak orang. Saya juga sempat mampir ke Mothercare, membeli 1 pcs baju untuk Junior-ku yang masih berumur 4,5 bulan di rahim istri tercinta, semoga kelak jadi amanah terindah dalam kehidupan kami. Oh ya, satu hal yang membuat saya bertanya-tanya, kog di Inggris banyak juga orang arab dan timur tengah berlalu lalang, bahkan di pusat-pusat belanja berkelas seperti Harrods, Selfridges, dan Harvey Nichols. Ternyata, London merupakan tempat pelarian para kaum bangsawan dan milyuner arab dan timur tengah untuk berlibur di musim summer dan juga berwisata belanja. Untuk belanja, saya juga sempat ke Hard Rock, kalau ini karena titipan saja. Saya juga baru tahu jika Hard Rock untuk pertama kali adanya di London, tempatnya tidak terlalu besar sehingga untuk masuk kedalam harus mengikuti antrian dulu. Sedangkan untuk belanja souvenir dan pernak-pernik lainnya, Baker Street-lah tempatnya. Untuk urusan makan, yah yang namanya di Eropa, susah-susah gampang untuk cari makanan yang pas dan juga halal. Tapi di London berbeda sekali, restoran berlabel halal sudah lumayan banyak, makanan asia juga cukup digemari seperti chinese food atau thailand food. China Town merupakan salah satu tempat favorit untuk makan. Selama di London, bebek panggang menjadi makanan favoritku, dagingnya empuk dan rasanya muantap.

Menyelami sedikit seluk beluk kota London mengantarkan saya pada pemakluman mengapa kota ini begitu diminati sebagai tujuan wisata bagi banyak orang dari seluruh dunia. Landscape kotanya sangat antik berarsitektur khas Eropa dengan nuansa history yang kental. Penduduknya pun cukup tertib dan terkesan civilized. Sarana hiburan serta pusat belanja juga cukup lengkap. Sarana dan prasarana transportasipun cukup nyaman dan jarang ada kemacetan, jauh jika dibandingkan dengan kota besar Jakarta. Untuk menelusuri kota London, transportasinya bisa memilih Double Decker atau kereta atau dengan kenderaan Hop on Hop Off yang khusus disediakan bagi para wisatawan yang ingin berkeliling kota London.


January 16, 2011

Dan Kayuhpun Kami Genggam Mengarungi Samudra Luas



Welcome Our New Journey....

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri—supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [QS Surah ar-Rum [30]: 21].

Bermimpi, hanya itu yang bisa kami lakukan saat semangat hidup menggebu. Ketika salah satu dari sekian impian itu tercapai, yang terpikir hanya 'We believe that God has answered our prayers, Thanks God'. Posting kali ini semoga bisa jadi hadiah sekaligus kenangan di awal tahun 2011, awal kehidupan baru dalam mengarungi bahtera berumah tangga dan semoga jadi awal kebahagiaan yang abadi bagi kami. Menikah, adalah satu dari sekian impian yang kini akhirnya bisa kami tempuh setelah melewati perjalanan panjang, buah dari keyakinan bahwa hidup dalam rangka "menjalankan skenario" yang telah ditetapkan. Tentu masih banyak impian lain, seperti punya rumah sendiri, sukses dalam karir, keturunan yang sholeh dan sholehah yang pada akhirnya dapat membina/mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.

Keputusan untuk menikah berarti keputusan untuk bersatu di antara dua insan dengan background yang berlainan menjadi satu kehidupan yang berproses menuju kemandirian (definisi sendiri saja ya). Kami berasal dari keluarga yang berbeda dalam banyak hal, dan yang paling menonjol adalah berasal dari pulau yang berseberangan dan berbeda suku. Untuk itu, PR pertama kami adalah bagaimana mengayuh bahtera di antara dua pulau dengan kondisi tetap dalam keseimbangan. The mysteri of soulmate memang benar adanya dan bahwa jodoh adalah takdir harus menjadi keyakinan. Banyak hal yang berbeda di antara kami tapi ternyata banyak juga persamaan yang bisa memperkuat setiap sisi bahtera kami. Unik tapi begitu adanya, kami merayakan ulang tahun bersama karena kami terlahir di hari, bulan dan tahun yang sama (4th June becomes our special date). Masalah nama, A (Alien) dan B (Binsan) bergandengan dan ini seirama dengan status kami sebagai anak ke-3 dan ke-4 yang berurutan. Sama-sama memiliki latar belakang pendidikan sarjana di bidang pertanian, toh akhirnya juga sama-sama memiliki pengalaman sebagai guru untuk sekolah dasar (SD). Tapi, hal-hal tersebut cukuplah menjadi bumbu yang menambah cita rasa perjalanan kehidupan kami, karena pada akhirnya keikhlasan, cinta dan kesamaan cita-cita lah yang menjadi kekuatan utama kami untuk mengayuh bahtera rumah tangga hingga akhirnya. Insya Allah.

---------------Alien Nur Intan & Binsan Siregar-----------

December 15, 2010

A Piece of Story in Siem Reap, Cambodia

Mendengar nama kota Siem Reap, terasa masih asing di telingaku. Tapi kata teman, kota ini lumayan terkenal karena termasuk kota wisata dengan tujuan utama lokasi Angkor Wat Temple yang merupakan "world heritage" dan diusulkan masuk kedalam "new seven wonders of nature". Ini kali kedua aku berkesempatan mengunjungi kandidat "new seven wonders of nature", setelah yang pertama yaitu Jeita Grotto and the Cedars di Libanon. Ironis juga, karena kandidat dari negeri sendiri, Taman Nasional Komodo (TNK), belum sempat dikunjungi.

Akhirnya saya pun menginjakkan kaki di Siem Reap setelah melalui sekitar 6 jam perjalanan dan sekali transit di Changi, Singapura dengan pesawat Singapore Airlines (SQ) Jakarta - Singapura dan Silk Air untuk Singapura - Siem Reap. Penerbangan dari Singapura - Siem Reap merupakan penerbangan yang paling berkesan setelah sekian kali bepergian. Cuaca yang kurang bersahabat (kabut tebal) mengakibatkan goncangan hebat pada pesawat sehingga tak jarang kedengaran teriakan-teriakan kegamangan dari penumpang. Alhamdulillah, akhirnya pesawat sampai di Siem Reap sore hari pada pukul 16.00, cuaca masih cukup terang. Saya dan seorang teman memutuskan untuk naik taksi dengan tarif 1 USD, padahal pihak hotel rencana tempat kami menginap sudah menyediakan jemputan "Tuk-Tuk", angkota tradisional khas Kamboja. Tapi angin sore sepertinya berhembus lumayan kencang, takut masuk angin akhirnya kami putuskan naik taksi saja.

Memperhatikan suasana Siem Reap sepanjang perjalanan bandara menuju hotel, rasanya saya masih berada di Indonesia, tapi di sebuah kota kecil yang masih bersahaja, sederhana dan terkesan masih dalam proses pembangunan. Apalagi melihat orang-orangnya yang notabene masih serumpun dengan orang indonesia, warna kulit, rambut, cara berpakaian dan sekilas gaya hidupnya masih bernuansa Indonesia. Bedanya, hampir sepanjang jalan, di kiri dan kanan, dipenuhi hotel-hotel atau guest house yang membuat saya bertanya-tanya market seperti apa yang digarap disini.

September 21, 2010

Ease of Investment : The Power of Traditional Virtual Regulation

Sejauh ini, negara kita telah gencar melakukan reformasi regulasi terkait dengan upaya-upaya untuk memperbaiki iklim investasi dan melakukan sounding besar-besaran kepada dunia internasional khususnya kepada pelaku dunia usaha betapa prospek dan mudahnya melakukan investasi di Indonesia. Beberapa upaya yang telah dan akan ditempuh antara lain penyelenggaraan One Stop Integrated Service for Investment (OSSI)/Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang Penanaman Modal, Nasional Single Window for Investment (NSWi)/Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) , penetapan 7 privinsi terpilih sebagai Regional Champion yang dinilai memiliki potensi yang bisa cepat direalisasikan (quick wins) dalam menarik dan memfasilitasi investasi, melakukan revisi terhadap The Investment Negative List/DNI sehingga lebih mudah dipahami, percepatan waktu untuk Starting a Business dari 60 hari menjadi 17 hari, pemberian insentif pajak dan pengkajian terhadap kemungkinan fasilitas fiskal lainnya seperti Tax Holiday dan juga Public Private Partnership (PPP)/Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) .

Semua ini merupakan implikasi dari kebijakan pemerintah yang menjadikan investasi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun kedepan (2009 - 2014) yang ditargetkan rata-rata 6,3 - 6,8% per tahun sehingga untuk mencapainya harus terpenuhi realisasi investasi sebesar Rp 2000 trilliun per tahun yang setara dengan 30% Produk Domestik Bruto (PDB). Dari kebutuhan investasi tersebut, sekitar 14%-15% berasal dari belanja pemerintah, 20%-25% sektor konsumsi, 7% lembaga keuangan dan 55% swasta yang meliputi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri.

Untuk itu, berbagai kebijakan yang telah ditempuh oleh pemerintah, tentu perlu disikapi secara bijak dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) baik di tingkat pusat maupun daerah. To be continued!!!!

September 19, 2010

"Red Jail" in the White Cloud (The Adorable SMU Plus YPmhb Sipirok)

Lekat dalam ingatan dan tak akan lekang oleh waktu. Rasanya masa SMU merupakan sepenggal episode yang sulit untuk dilupakan atau terlupakan. Lembaran cerita yang cukup istimewa tanpa menapikan keistimewaan tahapan studi lainnya yang sejauh ini telah terselami, tidak banyak memang, karena sampai saat ini masih terus berharap dibukakan jalan untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang S2 (entah kapan). Tentu, saya juga masih ingat pengalaman di SD (gak pake TK, maklum kalau di kampung semua anak-anak ikut akselerasi) betapa bermain itu mengasyikkan serta pengalaman menikmati jalan berliku dari rumah ke sekolah setiap harinya dengan kedua kaki kecilku. Masa SMP beda lagi, senantiasa menjaga disiplin, tata kerama dan sopan santun harus menjadi santapan setiap harinya karena terlanjur menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai "kelas teladan". Sedangkan di SMA, terkungkung oleh semangat belajar yang selalu menggebu demi khayalan akan sebuah cita-cita dan masa depan yang belum sepenuhnya dimengerti dalam lingkungan "sekolahnya para juara". Yang terakhir, di PT berkecimpung dengan kesibukan akan pencarian jati diri dan perjuangan eksistensi serta pengenalan esensi hidup dan kehidupan dalam "kampusnya para santri-santri dadakan".

Memang, setiap jenjang pendidikan yang dilalui, pastinya memiliki kesan tersendiri. Tapi, jika harus bercerita, mungkin saya lebih memilih untuk kembali ke masa SMU. Alasan utamanya, karena di masa ini banyak benih mimpi-mimpi, dalam keadaan terpaksa atau tidak, kusemai yang hingga saat ini mungkin baru sebagian kecil yang bisa kutuai. Mimpi-mimpi yang akhirnya bisa kutanam dengan gratis di lahan yang subur dan cuaca yang selalu bersahabat. Yah, SMU Plus YPmhb Sipirok, sebuah sekolah unggulan, impian dan megah dimasanya, merakyat dan pembaharu. Pujian yang tidak berlebihan untuk sebuah sekolah di daerah yang masih jauh dari akses pemerataan pembangunan serta kesempatan untuk mengecap pendidikan yang berkualitas. Bisa melanjutkan sekolah disini adalah merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan.

Secara fisik dan geografis, sekolah ini cukup unik. Berada di atas bukit berlatar lereng pegunungan. Suhu rata-rata cukup dingin dengan tiupan angin sepoi-sepoi. Hamparan pemandangan yang hijau, indah dan luas dapat dinikmati setiap harinya. Sepi, jauh dari keramaian, ada waktunya hanya bisa berteman dengan kupu-kupu dan serangga lainnya beraneka bentuk dan jenis. Sensasi awan putih dan kabut tebal pun sering silih berganti mewarnai hari demi hari. Hmmm..., agak sulit merangkai dalam kata-kata untuk menggabarkan indahnya pemandangan di pagi hari menjelang siang saat udara cerah, dengan sunrise setinggi tiang di atas gunung, hamparan kota kecil Sipirok di kejauhan berselimut awan putih tebal dan berrenda pepohonan yang hijau, sementara langit biru bersih dengan sedikit gumpalan-gumpalan awan yang seolah melayang-layang meninabobokan para pemimpi. Sementara, di bawah sana, atau dikaki bukit, mungkin ada beberapa orang yang menatap kagum keelokan kampus yang serba merah bata, seolah-olah berbagai bangun ruang kerucut, kubus, dan balok tersusun secara apik bak puzzle. Awan putih tebal yang seolah-olah memagari bangunan-bangunannya laksana istana khayangan yang bertengger dengan anggunnya. Ohhh..., sayangnya semua pemandangan ini akan lenyap ketika hari diselimuti kabut tebal dengan butiran-butiran putih dan halus. Tentu, ini tidak serta merta menjadi kondisi yang tidak disukai karena sensasinya bak turun salju. Sejauh mata memandang, semua yang dilihat berubah menjadi samar-samar atau seperti penampakan-penampakan yang halus. Siswa yang berjilbab terkadang kelihatan hanya mukanya saja yang gelap dan melayang-layang pada saat memakai pakaian yang serba putih-putih.

Tentu, sejuta inspirasi ataupun inisiatif sungguh potensial untuk berkembang dalam lingkungan yang seperti ini. Keterasingan, bisa menjadi waktu yang tepat untuk belajar manakala sebagian yang lain menjadikannya sebagai waktu untuk berkontempolasi atau merangkai kalimat-kalimat mutiara yang menggambarkan keluasaan dan keindahan nun jauh di sana. Di sisi lain, tempat ini bisa menjadi sangat membosankan bak penjara yang mengkerangkeng kebebasan untuk menelusuri dunia nyata yang lebih jauh. Dan bagiku, terjepit di dalam dua situasi ini adalah sebuah anugerah.

Secara sosial, sekolah ini menawarkan beasiswa kepada seluruh siswa-siswanya dan seluruh siswanya dinyatakan menerima beasiswa alias sekolah gratis. Tidak tanggung-tanggung, seluruh siswa disediakan fasilitas serba gratis, mulai dari buku-buku, alat tulis, sepatu, makan dan merupakan bentuk sekolah boarding yang memiliki program 24 jam. Sekolah yang merupakan ide kreatif dari mantan Gubernur Sumatera Utara Almarhum Raja Inal Siregar sebagai sekolah percontohan. Untuk masuk ke sekolah ini merupakan sebuah perjuangan yang berat dan melewati pertarungan akbar sesama para peringkat 10 besar di setiap SMP yang ada di Kab. Semoga SMU Plus YPmhb Sipirok tetap jaya dan terus menelurkan generasi-generainya sebagai penggerak peradaban bangsa. Berita terakhir SMU Plus YPmhb Sipirok terpilih menjadi salah satu Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) di Sumut, semoga bukan berarti Sekolah Berbiaya Internasional. Entah seperti apa kau sekarang wahai almamater?????? (catatan rindu pulkam).Mungkin masih terlalu dini untuk melihat suskes sebuah metode pendidikan lewat para alumninya di sekolah yang baru berumur 14 tahun. Tapi saat ini, saya lebih melihat suskses itu dalam diri saya sendiri, bukan dari ukuran materi atau kedudukan yang kumiliki tapi margin dari ketiadaberdayaan kepada keberdayaan.

August 21, 2010

Paket Kue 2010 dari "ISTANA CAKE & BAKERY"





















“Harga Terjangkau, Bahan-bahan berkualitas Tinggi dan Bercita Rasa Lezat”

GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK WILAYAH JAKARTA, DEPOK, BOGOR, BEKASI DAN TANGERANG

Kami kembali menawarkan beranekaragam pilihan kue:

Chocolate Almond, Mete Cookies, Chocolate Chip Special, Nastar Keju, Sweet Castangles, Chocolate Candy, Keju Special, Raisin Canary, Nastar Special, Corn Cheese, Salju Keju, Chocolate Stick Cookies, Sagu Keju, Mete Cheese, Chocolate Chip, Biscuit Mete, Kacang, Keju, Lemon Cookies, Kelapa Chip, Pie Easimelt, Melinjo Almond, Barbel Cookies, Fruit Cookies, Koko Crunch, Corn Flake, Nastar, dan Putri Salju

Kemasan Menarik, Terdaftar di Departemen Kesehatan dan mendapat Label Halal dari MUI

Kami juga menjual paket parcel kue yang menarik sesuai pesanan yang bisa anda berikan untuk kerabat, saudara, teman, ataupun karyawan anda……. bisa untuk bisnis/jual kembali, oleh-oleh pulang kampung atau dikonsumsi sendiri.....

Kami siap melayani partai kecil maupun besar.....

Silahkan pesan sesegera mungkin sebelum kehabisan stock dan menjadi prioritas…....

Untuk pemesanan/pembelian silakan hubungi via sms/telp Sdr. Insan (081318806012)

dengan pembayaran cash atau via transfer Mandiri/BCA


KAMI MELAYANI SEPENUH HATI

Terima Kasih

August 05, 2009

Invest for "The future"

Binsan Siregar ( Juli 2009)

Investasi. Kata yang cenderung dimaknai sebagai suatu tindakan yang positif. Selalu dikait-kaitkan dengan perencanaan dan masa depan, yah tentu masa depan yang lebih baik. Sebagai bentuk perencanaan, investasi diyakini sebagai suatu yang bisa dikelola dan dikendalikan meski tidak sepenuhnya bisa dilakukan. Di sisi lain, bisa dipastikan bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian dan yang pasti hanyalah perubahan. Pengalaman ini tentu sering dialami para investor, dimana rencana investasi tidak sesuai dengan realisasi.

Jadi, mungkin kita bisa mengambil sebuah catatan jika tidak tepat sebagai sebuah kesimpulan bahwa investasi lekat dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari yang kita anggap dapat membawa pengaruh terhadap apa yang kita peroleh di masa depan yang penuh dengan ketidak pastian. Investasi bisa disamakan dengan setiap tindakan yang kita lakukan sehari-hari untuk menyongsong setiap momen yang akan kita hadapi sekarang, nanti, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan dan masa depan.

Berlanjut...................................